Para ilmuwan dari Univ. Illinoist telah menetapkan laporan pertama kali tentang ditemukannya virus baru potensial yang merupakan kelompok dari genus MarafiVirus pada switchgrass (Panicum virgatum).
Virus tersebut ditandai dengan gejala guratan kuning dan mosaik pada daun switchgrass. Virus ini sangat berpotensial untuk menganggu proses fotosintesis dan mengurangi hasil panen. Kelompok genus virus ini juga terkenal sebagai penyebab kerugian didalam beberapa hasil panen. Sebagai contohnya adalah Maize rayado fino virus (MRFV) salah satu kelompok genus yang dilaporkan telah mengurangi hasil panen jagung di meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan.
”Penyakit yang disebabkan virus sangat berpotesial mengancam bagi tanaman penghasil bioenergi seperti Mischantus x giganteus, energycane dan switchgrass.” kata Bright Agindotan, ilmuwan laboratorium Carl Bradleys sebagi bagian dari yayasan energi ilmu mahkluk hidup (EBI) . ”Tim kami di EBI telah diberi tanggung jawab untuk mengidentifikasi potensial hama dan penyakit pada tanaman penghasil bioenergy ini.”
Sampai detik ini, baru sedikit sekali yang telah diketahui tentang hal ini. Agindotan menyatakan bahwa kebanyakan tanaman bisa terinfeksi dengan banyak virus, menjadikan tantangan untuk mengetahui lebih jauh dari manakah yang mengawali virus pertama ketika hanya beberapa virus saja yang dilaporkan telah menyerang hasil panen ini.
Agindotan mengembangkan metode yang memungkinkan untuk identifikasi virus tanpa pengetahuan sebelumnya. Dia berhasil menggunakan sequence-independent amplification (SIA) untuk mengidentifikasi virus RNA. Hal ini merupakan pertama kalinya digunakan untuk identifikasi virus tanaman.
Metode ini melibatkan pemurnian virus parsial untuk sejumlah kecil jaringan daun yang terinfeksi, ekstraksi RNA virus, amplifikasi acak, kloning, sekuensing, dan pencarian database untuk mengidentifikasi virus.
”SIA memiliki keuntungan lebih yang unik diantara teknik pengidentifikasian virus lainnya yaitu tidak perlu memberikan bahan reaksi spesifik bagi virus tersebut. Pengujian ini akan membantu kita khusunya dalam mengidentifikasi virus yang belum terkategorisasi. Dengan kata lain kata Agindotan bahwa kita tidak perlu tahu secara detil virus apa yang sedang dicari, sehingga memudahkan mengidentifikasi penyebab virus itu.
Identifikasi virus pada switchgrass berbeda, namun masih ada hubungannya dengan MRFV yang telah dilaporkan menginfeksi ladang jagung disekitarnya selain Illinois.
MRFV telah diidentifikasi pada switchgrass dari penelitian ladang sekitar kampus dimana 20-30 % areanya telah terinfeksi virus tersebut.
”Kami masih terus meneliti serangga apa yang mejadi media penyebarannya, dan sepengetahuan kami bahwa serangga daun lah yang menjadi pembawa virus MRFV diladang jagung. Akan tetapi kami masih mencari kepastian spesies apa yang telah menjadi penyebar virus di switchgrass”
Saat ini, para peneliti belum bisa menetapkan jika virus ini menyerang tanaman lainnya.
”Kami belum tahu pasti jika MRFV di switchgrass berkembang dari virus yang menyerang jagung atau sebaliknya”
Mengembangkan tanaman biomass yang tidak patogen yang dapat menyebar ke tanaman pangan terdekat yang dibudidayakan seperti sereal merupakan prioritas tinggi untuk pemulia tanaman. Penemuan ini akan membantu pemulia tanaman mengembangkan varietas yang tahan virus tersebut, kata Agindotan.
Tim ini akan melaporkan penelitian lengkap secepatnya.
SUMBER: Badan Karantina Pertanian