KENAIKAN GAJI PNS 2012


Posting kali ini, sebenarnya sudah terlambat. Namun dari hasil evaluasi statistik mesin pencari yang diarahkan ke blog ini, ternyata masih banyak rekan-rekan yang masih mencari peraturan tentang kenaikan gaji pegawai negeri tahun 2012. karena itu saya posting tulisan ini utuk menjawab entri search engine tentang kenaikan gaji PNS 2012 tersebut.

Kenaikan gaji PNS Tahun 2012 didasarkan atas Peraturan Pemerintah nomor 15 Tahun 2012 tentang PERUBAHAN KEEMPAT BELAS ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 7 TAHUN 1977 TENTANG PERATURAN GAJI PEGAWAI NEGERI SIPIL beserta peraturan pelaksanaannya.  yang belum punya file Peraturan tersebut dapat dilihat di bawah ini.

PP Nomor 15 Tahun 2012

Lampiran PP Nomor 15 Tahun 2012

 

MY OTTO BIOGRAPHY part II


JANGAN BERCERMIN DI AIR YANG KOTOR…..

Jika dimaknai secara apa adanya; tentulah kita dapat segera tahu bahwa dengan bercermin di air yang kotor maka tentu saja refleksi wajah kita di air tersebut akan terlihat kotor juga. Walaupun sebenarnya mungkin wajah kta bersih. Jika kita bercermin di air/cermin yang bersih maka wajah kita akan terlihat apa adanya; bersih wajah kita akan terlihat bersih, kotor wajah kita  akan terlihat kotor. Seringkali pada masa-masa usia SLTA, kita melakukan kegiatan yang sekedar ikut-ikut. “Dia aja bolos ga apa-apa… aku juga sekali kali bolos juga ahh…” “Dia juga ga ngerjain tugas dari guru,  kenapa aku repot-repot ngerjain tugas itu…?” “Dia aja nyontek.., aku boleh juga dong nyontek…” Melihat perilaku jelek orang lain kemudian kita merefleksikan kita dengan perilaku jelek itu (ikut2an) maka kelakuan kita jadi jelek juga.. inilah makna yang kutangkap dari pesan pak Andi Kurniawan; “JANGAN BERCERMIN DI AIR YANG KOTOR” artinya jangan ikuti jika kita melihat orang lain berlaku buruk. Walaupun orang lain mencontek, bukan berarti kita juga harus mencontek.. walaupun teman kita membolos.. apa ruginya jika kita tetap masuk kelas… tentu kita lebih beruntung mengerjakan tugas dari guru dibandingkan teman yang tidak mengerjakan.

Kembali ke laptop. Tahun ke dua dan ke tiga di SPP DKI Jakarta sudah tidak terasa seberat di tahun pertama. Mungkin karena sudah terbiasa dengan iklim sekolah yang seperti itu. Ala bisa karena biasa. Motivasi sekolah pertanian yang awalnya karena biaya yang ringan mulai berubah arah dengan sendirinya. Lama-kelamaan aku mulai tertarik dengan ilmu pertanian; semuanya. Mulai dari budidaya, alsintan, ekonomi pertanian, klimatologi, tanah dan pemupukan, perlindungan tanaman, semuanya. Mungkin ini juga yang menghilangkan rasa berat sekolah di SPP DKI Jakarta.

Sekali lagi, -tanpa bermaksud menyombongkan diri- akhirnya aku berhasil menyelesaikan pendidikan sebagai lulusan terbaik. Dengan hasil ini, aku berkesempatan mengikuti wisuda khusus para lulusan terbaik SPP 4 Propinsi di SPP Negeri Tegal. Empat propinsi itu adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY. Sesudah wisuda, saat pengambilan ijazah, aku dipanggil kepala sekolah ibu Sofnelly B. Muharram, B.Sc, kemudian ditanya: “Sarmili, lulus dari sini (SPP) kamu mau kemana? Kuliah atau kerja?” aku menjawab “saya mau cari kerja bu” “kenapa tidak kuliah?”

“tidak ada biaya, Bu.. saya mau kerja dulu nanti mudah-mudahan bisa kuliah sambil kerja.”

“kalo saya tawari kuliah beasiswa, mau tidak?”

“beneran bu????” pertanyaan itu kuajukan karena setengah percaya dan tidak. Benarkah aku bias kuliah?? Senang, kaget, seraya tak percaya jadi satu.

“iya, benar. Ini formulirnya, kamu isi. Syarat-syaratnya kamu penuhi”

“baik, bu. Tapi saya izin orang tua saya dulu bu”…

Setelah melewati serangkaian proses dan ujian masuk, atas restu kedua orang tua dan izin Allah SWT, aku diterima sebagai mahasiswa di Akademi Penyuluhan Pertanian (APP) Bogor –sekarang Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Bogor. Ini merupakan perguruan tinggi kedinasan yang dikelola oleh Departemen Pertanian yang sebenarnya diperuntukkan bagi Pegawai negeri sipil pusat/daerah yang bertugas sebagai Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Beruntung, pada tahun dimana aku lulus SPP, Departemen Pertanian menyediakan kursi untuk perwakilan siswa lulusan SPP non PNS. Dari 3 jurusan yang ada di APP Bogor, aku memilih jurusan penyuluhan pertanian. Di jurusan ini, jatah untuk siswa lulusan SPP non PNS hanya 2 orang. Dan siswa yang beruntung itu adalah aku dan seorang lagi lulusan SPP Negeri Tanjungsari, Shantianny.

Tinggal di asrama, kuliah bersama mayoritas para PNS yang kebanyakan seusia Bapakku, tanpa sengaja telah membentuk aku menjadi seorang yang lebih dewasa, lebih dapat memaknai hidup dan perjuangannya, lebih menghargai nilai-nilai perjuangan kedua orang tuaku ketika membesarkanku. Di asrama aku sering menangis ketika teringat aku sering membantah ibuku. Sering menolak ketika dimintai tolong oleh ibuku. Aku menangis manakala teringat Bapak yang harus rela berkeliling menapaki jalan aspal Jakarta di tengah terik matahari untuk menjajakkan dagangannya demi aku dan adik2ku. Di asrama itulah rasa bangga kepada orang tuaku tumbuh dan terpupuk. Betapa tidak,ketika sebagian orang tua lain di kampungku lebih memilih menyelamatkan tanahnya dibanding membiayai sekolah anaknya, Bapak malah menjual tanahnya untuk membiayai sekolahku. Karena penghasilan dari berdagang keliling hanya cukup untuk makan seadanya. Kembali terbayang di pelupuk mata, bagaimana jerih payah usaha Bapak mencari uang agar dapat membelikan aku mesin tik untuk menyelesaikan tugas akhir sekolah. Masa itu semua siswa di sekolahku mengerjakan tugas akhir dengan mesin tik. Komputer belum begitu popular, hanya untuk kalangan terbatas.

Di APP Bogor ini, untuk pertama kalinya aku mengenal komputer. Sudah lama sekali aku ingin bisa mengoperasikan computer. Apalah daya, di tiga sekolah sebelumnya tidak ada mata pelajaran computer. Kursus??? Jauh panggang dari api. Karena itu, aku memanfaatkan betul 1 sks mata kuliah computer di semester 3 untuk mempelajari sebanyak-banyaknya tentang computer. Tidak puas hanya belajar 50 menit seminggu, aku manfaatkan waktu istirahat untuk praktek ilmu computer tambahan di lab computer kampusku. Pendalamannya aku lakukan di rental ketika mengerjakan tugas-tugas mandiri kelompok yang dibiayai dari iuran teman-teman kelompokku. Teman-teman kelompokku yang terdiri atas mahasiswa PNS mengumpulkan uang untuk biaya rental computer, sementara aku yang paling muda dan tidak punya uang disuruh mengetik atas biaya mereka. Kesempatan ini aku manfaatkan untuk mendalami ilmu komputerku yang Cuma 1 sks plus. Kadang aku membantu mengetik tugas individu teman2 mahasiswa PNS tanpa imbalan. Aku hanya ingin mendalami ilmu computer di rental sambil membantu mereka.

BERSAMBUNG……

MY OTTO BIOGRAFI


Untuk mengisahkan perjalanan hidupKU.. rasanya tidak akan cukup sekalipun diterbitkan dalam sebuah trilogy. Aku adalah seorang anak manusia yang lahir di sebuah desa di pinggiran kota Jakarta – dekat dari sisi jarak , namun sangat jauh jika diukur dari sisi kemajuan dan modernitas – pada pertengahan tahun 1979.

Masa kecil  kulalui sebagai anak kampong. Pagi hari sekolah di SDN Grogol I, sore hari mengaji di majlis ta’lim. Beranjak remaja; banyak hal yang kulakukan di pagi hari: kadang nonton tv di rumah tetangga yang jauhnya sekitar 1 Km, kadang membantu ayah menyabit rumput untuk pakan kambing, kadang ikut berjualan buah di pasar, kadang ikut panen singkong untuk bahan baku pembuatan tape. Sorenya… rutin sekolah di SMP Kesuma (sekarang Kesuma Bangsa).

Saat itu kendaraan umum belum terlalu popular untuk anak kampong seperti aku. Apalagi bersepeda motor, mimpi kali yeeee… jadi, sekolah jalan kaki. 45 menit perjalanan. Masuk sekolah pkl. 13.00. jam 11.00 aku dan teman-teman telah berangkat dari rumah. Dengan bekal sebagai juara umum hasil Ujian Akhir di SD, sebenarnya aku kepingin sekolah di SMP Negeri. Tapi tempatnya jauh.. harus naik angkot beberapa kali dan lagi SPP-nya mahal. Untuk ukuran aku saat itu; untuk ongkos naik angkot aja ga ada, apalagi bayar SPPnya.. wah… terpaksa deh ku kubur dalam-dalam impian sekolah di SMP Negeri. Sekolah di SMP Kesuma saat itu paling murah… berangkat/pulang jalan kaki, SPP Cuma Rp. 3.600 se bulan.. sekolah yang pro rakyat kecil. Tapi memang jangan harapkan fasilitas yang macam-macam. Perpustakaan??? Lab computer??? lab bahasa???, lab IPA???, Alat peraga???; lah gedung sekolahnya aja numpang di Madrasah Ibtidaiyah swasta. Jadi, SMP copy paste SD. Mencatat, membaca, mendengarkan guru. Nothing ells.

Namun begitu, kualitas guru-guru yang mengajar sangat bagus kurasa waktu itu. Mereka kreatif sekali ditengah keterbatasan sarana yang ada. Ada pak Indah Yanto guru fisika, pak Abdul Rohim guru Bahasa Inggris, bu Watmawati guru Bahasa Indonesia, dan guru lain yang tidak bisa ku sebutkan satu persatu; namun mereka semua luar biasa. Dan satu lagi yang paling dekat dengan semua murid Tata Usaha Sekolah Bpk Udin Jaenudin. Beliau ini sangat terkenal di kalangan siswa dengan sebutan pak UJ. Sebelum ada UJ (ustadz Jepri al-Buchori) UJ yang terpatri di hatiku dan teman-temanku adalah Udin Jaenudin. Walau sekolah di tempat yang minim fasilitas, tidak lantas menyurutkan semangatku untuk mengukir prestasi. Alhamdulillah, aku lulus dengan nilai terbaik diantara lulusan SMP swasta se-Kecamatan Beji.

Dengan modal nilai tersebut, Sekali lagi aku mencoba menggali kembali impianku untuk dapat mengenyam pendidikan yang baik di sekolah negeri. Apalah daya; sekali lagi aku hanya bisa gigit jari begitu melihat daftar biaya yang harus dikeluarkan untuk bisa jadi siswa SMA Negeri. Ku gali lebih dalam lagi lubang di hatiku untuk menguburkan impianku masuk sekolah Negeri. Atas ajakan seorang teman, akhirnya aku mendaftar di sebuah sekolah kejuruan pertanian di Jakarta -SPP DKI Jakarta- (sekarang SPP Negeri DKI Jakarta). Bukan karena aku tertarik dengan dunia pertanian, tapi karena pertimbangan biaya. Bayangkan, di sekolah lain waktu itu, SPPnya minimal Rp.25.000,- belum lagi uang praktek, uang semester, uang buku, uang osis dan entah uang apalagi yang harus dikeluarkan oleh setiap siswa. Tapi di SPP DKI Jakarta, aku cukup bayar Rp. 15.000,- sudah termasuk uang SPP, iuran koperasi, iuran organisasi siswa. Plus subsidi biaya praktek, biaya ujian semester dan ujian akhir yang didanai oleh APBD DKI Jakarta.

Jadi sekali lagi motivasi bukan karena minat tapi karena biaya. Tahun pertama menjadi siswa SPP DKI, berat sekali rasanya. Jika sekolah SMA lain masuk jam 7 pagi pulang jam 1 siang. Maka di SPP DKI aku harus masuk jam 6 pagi pulang jam 5 sore. Rutin, setiap hari. Sekolah yang melelahkan. Sempat tersirat dalam pikiranku untuk menyerah. Berhenti dan pindah ke sekolah lain. Tapi batinku berkata: “ sekolah dimana lagi yang bisa seperti ini; fasilitas lengkap, dekat dari rumah, biaya murah” yang digaris bawahi adalah BIAYA MURAH. Tapi TIDAK MURAHAN.

Tiga tahun kulalui masa-masa sulit di SPP DKI Jakarta. Dengan harapan, lulus sekolah nanti bisa langsung bekerja atau wira usaha dengan modal keterampilan yang diajarkan di sekolah. Tidak sedikitpun terlintas di hatiku saat itu, untuk melanjutkan kuliah setamat SPP. Sekolah sampai SLTA saja sudah merupakan kebanggaan di tengah keterbatasan ekonomi keluargaku saat itu. Ada satu pelajaran yang tak pernah dapat kulupakan seumur hidupku yang kudapat dari sekolah ini. Bukan pelajaran dalam kurikulum, tapi pelajaran dalam menjalani hidup. Adalah Bpk Andi Kurniawan yang mengajarkan nilai-nilai tersebut. Perkataan sederhana namun memiliki makna yang teramat dalam. “JANGAN BERCERMIN DI AIR YANG KOTOR”.

BERSAMBUNG……

PERBEDAAN ITU INDAH (???)



Kalimat dari judul tulisan ini begitu sering keta dengar dan mudah sekali kita jumpai dalam spanduk2 ataupun baliho2 yang mengajak kita untuk menghargai perbedaan. Dalam pidato-pidato pejabat kita bahkan sering kali dibumbui dengan contoh2 manis dari indahnya perbedaan. Berikut contoh yang sering kai disampaikan:

Contoh pertama:

Lihatlah taman bunga yang indah. Taman tersebut menjadi indah karena aneka ragam bunga yang berbeda warna dan bentuk. Bayangkan jika hanya ada satu jenis dan atau satu warna bunga saja, taman terebut akan berkurang keindahannya.

Contoh kedua:

Simphony yang indah dari sebuah orchestra adalah kumpulan dari perbedaan suara alat musik dan nada yang dimainkan bersama. Bayangkan jika hanya ada satu alat musik yang dimainkan dengan hanya 1 nada. Tidak akan terbentuk symphony yang indah.

Tapi ingatkah kita?

Pertama

Aneka ragam bentuk dan warna bunga yang berbeda membentuk taman menjadi indah karena apa? Karena ditata dengan baik oleh seorang ahli landscape, ahli pertamanan. Bayangkan jika kumpulan bunga-bunga itu ditanam sembarangan tanpa penataan yang baik, akankah membentuk taman yang indah?? Bukankah semak belukar pun terbentuk dari aneka rerumputan liar yang berbeda?? Apakah indah??

Kedua

Aneka alat musik dan nada yang berbeda membentuk symphony yang indah karena apa? Karena dikomposisikan oleh seorang composer profesional dimainkan oeh sekelompok orang di bawah pimpinan seorang conduktor yang mengatur permainan orchestra. Bayangkan jika aneka alat musik bermain bersama tanpa komposisi yang tepat dan tidak terpimpin, apakah tetap akan menghasilkan sebuah symphony?? Bukankah suara bising di jalan raya juga merupakan kumpulan dari suara2 yang berbeda; knalpot kendaraan bermotor, peluit pak polantas, teriakan pengamen jalanan dan penjaja koran. Apakah itu indah??

Mari kita mulai memandang sesuatu secara komprehensif, tidak setengah-setengah. Bukankah agama mengajarkan untuk melakukan secara sesuatu tidak setengah-setengah.. “dan masuklah kalian ke dalam islam secara kaffah (utuh).”

Perbedaan itu akan menjadi indah jika dikelola dengan baik. Kata kuncinya adalah pengelolaan, manajemen, pengaturan; tidak asal berbeda. Perbedaan yang tidak dikelola dengan manajemen yang baik oleh orang yang ahli justru akan menjadi tidak indah.

GAJI KE 13


SELAMAT….

Bagi para pegawai negeri sipil, ditengah gersangnya kabar remunerasi yang tak kunjung datang akhirnya datang setitik embun penyejuk. Melalui peraturan pemerintah no. 33 Tahun 2011 telah ditetapkan pemberian gaji/tunjangan bulan ke tiga belas bagi pegawai negeri sipil, pejabat negara, dan penerima pensiun/tunjangan. Peraturan ini kemudian diturunkan melalui peraturan direktur jenderal perbendaharaan no. per-38/PB/2011.

Mau peraturan lengkapnya. silakan dilihat di http://perbendaharaan.go.id

OPTK GOLONGAN CENDAWAN


Bagi rekan-rekan petugas karantina tumbuhan, salah seorang POPT ahli dari BBKP Belawan yaitu Lenny Hartati Harahap,SP.MSi telah membuat tulisan yang cukup bermanfaat buat kita. tulisan ini sebenarnya telah dipublikasikan di website resmi BBKP belawan. saya hanya membantu menyebarluaskan tulisan ini supaya daya jelajahnya lebih luas. silakan di dowload semoga bermanfaat. buat bu Lenny, trims ilmunya.

OPTK GOL CENDAWAN

BERI SUAP ATAU TIDAK MAKAN !


Suap dalam mencari proyek atau mark up harga demi mendapatkan proyek adalah sebuah kondisi yang ’dianggap wajar’ di republik tercinta ini, sebuah kondisi yang sangat mengkhawatirkan.

Sungguh ini merupakan ujian yang berat bagi kita para pengusaha muslim, apakah kita yakin bahwa rezeki kita ditentukan oleh Allah Ta’ala atau ditentukan oleh pejabat tersebut ? Siapa yang lebih berkuasa ? Allah atau manusia ?

Jika kita yakin bahwa kalau kita tidak memberikan suap maka bagaimana bisa mendapatkan rezeki ? maka berarti kita yakin bahwa Allah Ta’ala bukan penentu rezeki bagi hambanya. Maka jika demikian, Allah akan membenarkan keyakinan kita, karena Allah beserta sangkaan hambanya!

Katakanlah: “Siapakan yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?” Katakanlah: “Allah”, dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata.” QS. Saba’:24

“Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.” QS. Ali ‘Imran:37

Sayang kebanyakan dari kita menyetujui konsep pedagang yang selama ini sudah putus asa, mereka yang punya keyakinan “jangankan cari rezeki halal, yang haram saja sulit” atau “kalau tidak begini bagaimana bisa cari uang?”

Ini ujian kehidupan, bersabarlah! dengan sabar terhadap larangan Allah, maka insyaAllah akan diganti dengan rezeki yang halal yang berlimpah.

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya” QS. Ath Thalaaq:2-3

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhu , ia berkata : “Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam melaknat yang memberi suap dan yang menerima suap”.[HR At-Tirmidzi, 1/250; Ibnu Majah, 2313 dan Hakim, 4/102-103; dan Ahmad 2/164,190. Syaikh Al-Albani berkata,”Shahih.” Lihat Irwa’ Ghalil 8/244]

Banyak yang sudah membuktikan, bahwa dengan menolak budaya suap dalam mencari proyek atau mark up harga, maka Allah akan membukakan jalan keluar serta rezeki yang jauh lebih baik dari nilai proyek2 tersebut (yang ada bumbu suap didalamnya). Memang diawalnya berat, tapi dengan kesabaran dan bersunguh-sungguh dalam berikhtiar (istiqomah) insyaAllah waktunya pasti datang.

Sekali lagi hindarilah suap atau markup harga tersebut, karena suap atau markup harga dalam mendapatkan proyek dapat diartikan bekerjasama dalam kemaksiatan dan pelanggaran.

“Artinya : Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertawaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksaNya”. QS. Al-Ma’idah : 2

Ada banyak jalan keluar yang diberikan Islam untuk mendapatkan rezeki halal, bekerja bersungguh – sungguh, banyak berbuat baik kepada manusia, bersodaqoh, istighfar, silaturahmi, zakat, haji, merupakan pintu-pintu pembuka rezeki yang banyak… bukan dengan suap, markup harga, riba dan tipu muslihat.

Memang tidak dapat dipungkiri secara akal manusia yang jahil ini bahwa peluang untuk mendapatkan sebuah proyek akan jauh lebih besar jika kita menjalankan aksi suap tsb. Tapi ingat, kita berbisnis bukan untuk cari proyek tapi cari rezeki yang halal dan kebahagian dunia akhirat!!

Rezeki jangan dilihat dalam bentuk uang/harta semata, ketenangan batin, anak-anak yang soleh, istri yang solehah, kesehatan, dsb… adalah rezeki yang lebih berharga daripada uang yang melimpah. Jadi untuk apa harta melimpah tapi batin tersiksa, anak yang durhaka, mati bunuh diri, masuk neraka, dst… befikirlah wahai pengusaha muslim, jika Anda ingin dirahmati Allah Ta’ala dan ingin bahagia dunia akhirat. (Sumber : http://www.pengusahamuslim.com) via karantina.deptan.go.id

MANFAAT COKLAT


Coklat selalu dikreditkan sebagai pengurang stres hingga risiko penyakit jantung. Namun, ada fakta lain mengenai coklat.

Menurut studi peneliti Northumbria University Inggris pada 2009, coklat bisa membantu orang mengerjakan matematika. Studi menunjukkan, orang bisa menghitung mundur lebih baik setelah mengkonsumsi coklat panas yang mengandung 500 mg flavanolsatau lima batang coklat.

Selain itu, antioksidan pada coklat bisa meningkatkan aliran darah ke otak. Studi lain menunjukkan, sedikit coklat hitam bisa mengubah tingkat protein C-reaktif yang berhubungan dengan peradangan di dalam tubuh.

“Pengaruh terbaik diperoleh ketika mengkonsumsi rata-rata 6,7 gram coklat per hari atau setara kotak kecil coklat dua atau tiga kali sepekan,” papar penulis utama studi Northumbria Romina di Giuseppe.

Selama beberapa tahun, studi juga menguak manfaat coklat bagi kesehatan. Menurut studi pada 44 ribu partisipan baru-baru ini, orang yang tiap pekan makan coklat, 22% lebih kebal stroke. Temuan ini dipresentasikan di pertemuan tahunan American Academy of Neurology di Toronto.

Meski coklat terbukti kaya antioksidan flavonoid yang bisa menangkal stroke, studi Sarah Sahib dari McMaster University, Kanada, mencatat, penelitian ‘lebih lanjut diperlukan untuk menentukan coklat benar-benar menurunkan risiko stroke, atau apakah orang bisa sehat cukup dengan makan coklat”.

Pada 2009, studi menemukan, orang yang dinilai sangat tertekan mengalami penurunan tingkat hormon stres setelah makan coklat tiap hari selama dua pekan. Di studi Nestle Research Center Swiss, 30 subyek makan 40 gram coklat hitam tiap hari.

Studi Sunil Kochhar ini menunjukkan, relawan mengalami ‘pengurangan kadar hormon stres dan normalisasi metabolik stres sistemik’ secara signifikan. Mungkin alasan ilmiah inilah yang membuat coklat disebut sebagai ‘makanan para dewa’ di Yunani.

SUMBER: INILAH.COM VIA YAHOO NEWS

Oleh SAREVA Dikirimkan di RINGAN

DAFTAR OPTK A1


Bagi para karantinawan karantinawati yang belum memiliki database daftar OPTK A1, saya memuat daftar tersebut dalam bentuk file word. silakan di download gratis. semoga bermanfaat.

DAFTAR OPTK KELOMPOK BAKTERI

DAFTAR OPTK KELOMPOK CENDAWAN

DAFTAR OPTK KELOMPOK GULMA

DAFTAR OPTK KELOMPOK NEMATODA

DAFTAR OPTK KELOMPOK SERANGGA

DAFTAR OPTK KELOMPOK SIPUT

DAFTAR OPTK KELOMPOK TUNGAU

DAFTAR OPTK KELOMPOK VIRUS

sumber http://karantina.deptan.go.id

APAKAH AKU BUKAN SEORANG NASIONALIS ? (via Saat Kutermenung)


Melihat tayangan ulang Kick Andy pada minggu sore lalu, aku jadi teringat pertanyaan dari seorang sahabat yang memutuskan untuk bekerja dan mengamalkan ilmunya di negeri orang. Kurang lebih 2 tahun lalu salah seorang sahabatku bertanya kepadaku “Ndut… apa gw enggak Nasionalis kalau gw mutusin untuk menerima tawaran perusahaan asing dan menetap disana bersama keluarga gw?” saat itu gw hanya tersenyum dan mendukung semua keputusan dirinya. Walaupun … Read More

via Saat Kutermenung