MY OTTOBIOGRAFY PART III


Tak terasa, sudah 13 tahun sejak My Otto Biografi dan My Otto Biography II terbit, baru kali ini saya berkesempatan menulis sequel ketiga dari my otto biografi. Pada part ini saya akan melanjutkan cerita hidup saya dengan sub judul:

MENCURI MIMPI

Kuliah di APP Bogor, mahasiswanya adalah para PNS dengan latar belakang penyuluh pertanian dan atau dinas teknis yang membidangi pertanian dari seluruh daerah di Indonesia. Hanya aku, dan sahabatku Shantianny yang non PNS -fresh graduate- dari SPMA.  Mungkin karena kami sama-sama non PNS dan paling muda di antara mahasiswa yang lain kami jadi lebih akrab.

Pada satu kesempatan saya dan sahabat saya, Shanty ngobrol2 tentang masa depan. Shanty berkata bahwa dia punya mimpi ingin tinggal di rumah dengan lingkungan pedesaan yang masih asri, di depan rumahnya ada kolam ikan yang bisa kapan saja dipancing. Dia bercita2 jadi PNS seperti ibunya, pulang kerja, duduk di teras rumah sambal memancing di kolam ikan.

Dia bertanya, “Kamu mau jadi PNS?” spontan saya jawab tidak. Saya tidak mau jadi PNS. Saya asal jawab saja waktu itu. Siapa yang tidak mau jadi PNS.. orang bilang PNS adalah pekerjaan paling stabil, ga ada PHK, gaji lumayan, ada uang pensiun. Kalo beruntung bisa jadi pejabat di tempat basah.. wow lah pokoknya. Trus kenapa jawab ga mau.. itu karena saya merasa ga mungkin bisa jadi PNS – ga bisa ya, bukan ga mau- dari kabar burung yang saya dengar waktu itu, untuk bisa diterima bekerja sebagai PNS itu harus kenal orang dalam atau bayar belasan juta. Lah saya siapa?? Bisa kuliah aja karena beasiswa.. anak petani yang ga pernah kenal birokrasi. Jangankan orang dalam, datang ke Kelurahan aja cuma kalo mau buat atau perpanjang KTP. Uang sogokan belasan juta?? Apalagi.. kalo saya punya uang sebanyak itu, daripada buat bayar sogokan masuk PNS, lebih baik bangun kios untuk Bapakku. Kasian, sudah setua itu masih harus keliling komplek menjajakan buah dari rumah ke rumah. Tersengat teriknya kota Jakarta yang semakin panas dari hari ke hari. Keinginan untuk jadi PNS sudah saya kubur dalam2 seperti halnya saya mengubur impian untuk bisa sekolah di SMP dan SMA Negeri.

Lulus D3 APP Bogor pada tahun 2001, saya diajak bekerja di kebun penelitian milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) oleh sesama lulusan APP Tahun 2001 yaitu Pak I Dewa Sukawirawan sebagai “freelancer”. Tenaga honorer yang tidak terikat: tanpa SK tanpa ikatan perjanjian apa-apa, hanya diminta tinggal di kebun penelitian melakukan pekerjaan yang disampaikan juga secara lisan. Tapi yang ingin aku ceritakan di sini bukan tentang pekerjaannya tapi tentang tempat tinggalnya. oleh BPPT, aku ditempatkan dan disiapkan rumah di tengah kebun penelitian, di Desa Puncak Manis, Kabupaten Sukabumi.

“Rumah Dinas” tersebut saya tempati berdua dengan seorang teman bernama Rudi, seorang staf kebun yang berasal dari tegal. Hal pertama yang membuat perasaan saya terkesima adalah, Rumah itu sama persis dengan gambaran cita-cita sahabatku Shantianny. Rumah sederhana, berada di alam pedesaan yang asri dan di depannya terdapat sebuah kolam ikan yang besar sehingga kapan saja saya dan Rudi bisa memancing di sana. sepertinya tanpa sengaja, saya telah mencuri satu mimpi sahabatku.

Walaupun tinggal hanya berdua dengan Rudi tapi rumah itu selalu ramai dengan kehadiran anak2 karyawan yang sering datang sekedar untuk nonton TV ataupun mengerjakan PR sekolahnya bersama-sama di Rumah tersebut. kadang ketika senggang saya ikut membantu mereka mengerjakan PR, terutama untuk soal-soal Matematika. Mereka pun senang dengan cara saya menerangkan dan mengajarkan bagaimana memecahkan soal soal yang mereka anggap sulit itu dengan lebih mudah.

Setelah satu tahun bekerja, saya merasa tidak puas hanya menjadi seorang “tenaga terampil” lulusan D3. saya ingin meningkatkan value diri saya dengan meningkatkan pendidikan ke jenjang ke S1. Berbekal gaji sebagai seorang freelancer saya minta izin untuk bisa melanjutkan kuliah jejang S1 sambil tetap bekerja di kebun penelitian BPPT. Pilihan saya jatuh pada Fakultas Pertanian Universitas Nusa Bangsa (Faperta UNB), Bogor. Alasannya masih sama dengan sebelumnya, biayanya relatif lebih terjangkau dibandingkan Universitas lain. Selain itu, di Faperta UNB saat itu ada kelas khusus Karyawan yang waktu kuliahnya disesuaikan dengan hari libur kerja tetapi tidak mengurangi jam tatap muka yang dipersyaratkan untuk setiap SKS mata kuliah.

Mulai kuliah, saya jadi sering bolak-balik Sukabumi – Bogor – Depok. Kendaraannya ya angkutan umum. kadang naik kereta, kadang L-300, kadang Bus. Suatu ketika saat menuju ke kampus menggunakan bus, secara tidak sengaja bertemu dengan Sahabatku Shantianny yang juga sedang ada urusan di Kota Bogor. sebagai sahabat yang lama tidak bertemu, kami saling berbagi cerita. Rupanya Shantianny baru saja ikut tes sebagai syarat mendaftar sebagai pengajar di salah satu lembaga bimbingan belajar. Tesnya menurut saya agak antimainstream: Shanty yang mendaftar sebagai guru matematika, tesnya diminta menuliskan surat Al-Fatiha lengkap, 7 ayat. Selain soal tes banyak cerita lain yang dibagikan Shanty kepada saya seperti misalnya tentang dia yang rutin ke Kota Bogor untuk memasarkan Strawberry yang berasal dari Ciwidey, tempat tinggalnya.

Waktu berlalu, kuliah dan pekerjaan lancar. Memasuki semester 7 perkuliahan sudah tidak padat lagi, hanya tinggal penyelesaian proposal dan dilanjutkan dengan penelitian. Karena kesibukan mulai berkurang, hari-hari libur kerja kembali membantu anak-anak karyawan menyelesaikan PR nya di rumah dinas BPPT. Di satu sore yang tenang di saat sedang asyik memancing di depan rumah, saya kedatangan 2 orang tamu. Mereka adalah seorang guru dan wakil kepala sekolah SMP PGRI Sukabumi, tempat dimana anak-anak karyawan yang sering saya bantu bersekolah. Rupanya anak-anak yang sering saya bantu belajar itu bercerita kepada guru mereka bahwa mereka diajarkan oleh saya sehingga nilai matematika mereka meningkat menjadi lebih baik dari sebelumnya. Selama ini pelajaran matematika di ampu oleh kepala sekolah, namun karena kesibukan yang meningkat, kepala sekolah tidak bisa lagi merangkap sebagai pengampu mata pelajaran matematika. Nah, kedatangan dua orang tamu tersebut meminta saya membantu mengajar matematika di sekolah mereka. Saya pikir tidak ada salahnya, toh hanya meluangkan sedikit waktu. Terlebih lagi lokasi sekolah mereka hanya berjarak 500 meter dari rumah.

Akhirnya, dimulai lah hari-hari saya selain sebagai seorang freelancer BPPT, mahasiswa Faperta UNB, ditambah satu lagi sebagai guru sukarelawan bidang studi Matematika di SMP PGRI Sukabumi. Keliatan sibuk ya…. ga juga. sepanjang kita bisa membagi waktu dengan baik, semua bisa dijalani dengan baik juga. Saya tidak tau, apakah setelah tes menulis alfatiha, Shantianny diterima sebagai guru matematika atau tidak, tapi yang jelas saat itu saya yang jadi guru Matematika. Lagi-lagi Mencuri Mimpi.

Bersambung……. Part berikutnya nanti masih seputar mimpi. kalo di part ini berjudul mencuri mimpi karena hanya dijalani beberapa saat saja, part berikutnya akan berjudul menjalani mimpi, kenapa karena sampai saat ini masih di jalani. penasaran…??? nantikan Part berikutnya dari My Ottobiografy.

Kisah Inspiratif Bunga: Dari Keterbatasan Menuju Keberhasilan


Hai, teman-teman! Kali ini aku mau berbagi kisah inspiratif tentang seseorang yang benar-benar bikin aku terkagum-kagum. Hidupnya penuh perjuangan, tapi justru itulah yang menjadikan kisahnya begitu berharga dan bikin hati hangat ketika mendengarnya.

Namanya sebut saja Bunga. Lahir dari keluarga yang jauh dari kata berkecukupan, sehari-hari keluarganya harus benar-benar mengatur pengeluaran agar bisa makan dan bertahan hidup. Tak jarang Bunga harus menahan keinginan punya ini-itu demi membantu orang tuanya. Namun, sejak kecil, ia selalu ditanamkan satu nilai: pendidikan adalah tangga mengubah masa depan!

SD – SMA: Tekun Belajar di Tengah Kekurangan

Bunga nggak pernah malu dengan kondisi keluarganya. Justru, keterbatasan membuatnya menjadikan belajar sebagai jalan utama untuk keluar dari kemiskinan. Sepulang sekolah, ia biasanya langsung menenggelamkan diri dalam tumpukan buku pinjaman. Tidak ada uang untuk les? Bukan halangan! Buku bekas kakak kelas atau koleksi perpustakaan sekolah sudah cukup jadi amunisinya.

Meski hidupnya sederhana, semangat Bunga luar biasa. Setiap ada lomba, baik itu cerdas cermat maupun pidato, dia selalu mencoba ikut. Baginya, ini bukan sekadar mencari piala, melainkan pembuktian: anak dari keluarga sederhana pun layak berprestasi! Usaha kerasnya membuahkan hasil—juara kelas langganan, mewakili sekolah di olimpiade, hingga membuat para guru bangga padanya.

Di jenjang SMA, beban makin bertambah. Selain belajar, Bunga juga membantu orang tuanya mencari uang. Jualan kue di sekolah, pernah jadi asisten warung, apa saja dilakukan supaya bisa tetap sekolah dan meringankan beban di rumah. Saat lelah mulai datang, satu pesan sederhana dari orang tuanya terpatri di hati: “Jalani dengan ikhlas. Suatu hari nanti kamu bisa bantu lebih banyak orang.”

Kuliah: Bertarung Demi Beasiswa

Setelah lulus SMA dengan nilai gemilang, Bunga ingin kuliah. Namun, tentu saja biaya jadi tantangan utama. Tidak ingin membebani, harapan Bunga hanya satu: beasiswa! Selain sibuk belajar, ia menyusun berkas, menulis esai, dan begadang demi berbagai seleksi. Semua peluang dicoba, mulai dari beasiswa pemerintah hingga swasta.

Akhirnya, Tuhan mengabulkan doanya. Ia diterima di universitas negeri favorit dengan beasiswa penuh! Tangis haru dan sujud syukur mengiringi awal perjuangannya di kampus impian. Tentu kuliah pun tidak otomatis mudah. Ia harus cermat membagi waktu antara kuliah, organisasi, hingga kerja paruh waktu. Tapi ia tahu, pengalaman dan jejaring juga sama pentingnya dengan nilai mata kuliah.

Kerja: Membuktikan Diri dan Membantu Keluarga

Wisuda tiba, Bunga lulus cum laude. Dengan semangat membara, ia mulai berburu pekerjaan. Namun, mencari pekerjaan yang cocok dengan keahlian dan bisa memberi penghasilan layak ternyata tak mudah. Setelah melewati berbagai tahapan seleksi, akhirnya Bunga diterima di sebuah instansi pemerintah sebagai pegawai baru. Dengan masa kerja nol tahun, gaji pertamanya memang belum besar, tapi cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan sedikit membantu meringankan beban ekonomi orang tuanya. Meski perjuangan masih panjang, baginya bisa berkontribusi dan mulai mandiri itu sudah sangat membahagiakan.

Bunga tak berhenti belajar. Ia tetap meningkatkan keterampilan dan membidik kesempatan berikutnya. Dukungan orang tua dan keyakinan pada diri sendiri jadi modal utama untuk terus melangkah.

Menjadi Pejabat Pemerintah: Mengabdi Tanpa Lelah

Beberapa tahun berlalu, pengalaman dan kerja keras akhirnya mengantarkannya pada jabatan struktural yang diidamkan setiap pegawai pemerintah. Walaupun sempat ragu karena tak ada pengalaman di birokrasi, keinginan membantu banyak orang jadi motivasinya.

Di lingkungan baru, Bunga cepat belajar dan cepat beradaptasi. Ia dikenal ramah pada semua staff—senior maupun junior. Tidak segan turun langsung ke lapangan, mendengarkan keluhan warga, dan tetap rendah hati walau sudah punya jabatan. Prinsip hidup sederhana tetap dipegang teguh: menjadi pejabat itu amanah, bukan sekadar jabatan. Ia ingin membuktikan, pejabat pun bisa jujur dan bersih serta benar-benar dekat dengan masyarakat.

Kini, Bunga sudah menjadi sosok yang dihormati dan disegani banyak orang. Kisahnya mengalir dari satu telinga ke telinga lain sebagai inspirasi. Di balik semua pencapaiannya, ia tak pernah lupa bersyukur maupun asal usulnya. Ia percaya, cobaan dan ujian hidup dulu adalah modal berharga untuk mengenal makna sabar dan ikhlas.

Pesan Moral

Bunga adalah gambaran nyata bahwa perjuangan, pendidikan, dan ketulusan adalah kunci. Kisahnya memberi pelajaran berharga:

  • Kondisi keluarga bukan alasan untuk menyerah. Justru bisa jadi bahan bakar untuk maju.
    • Pendidikan adalah tangga utama untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik.
    • Gunakan semua peluang yang ada—dari organisasi, seminar, bekerja, hingga beasiswa.
    • Tetap rendah hati dan jangan lupa membantu sesama ketika sudah berhasil.

Semoga cerita Bunga membakar semangat kita semua untuk menjemput mimpi dan selalu jadi orang yang bermanfaat. Yuk, bagikan kisah ini ke teman-teman lainnya! Biar makin banyak yang terinspirasi untuk berjuang sekuat tenaga demi masa depan cerah.

Ilmuwan Pecahkan Bahasa Alquran, Bahwa Besi Turun dari Langit


Ilmuwan dari NASA seperti Profesor Armstrong menjelaskan bahwa “memang besi (Fe) diturunkan dari langit”. Sains memberikan informasi kepada kita bahwa besi termasuk logam berat tidak dapat dihasilkan oleh bumi sendiri. Pada awal pembentukan Planet Bumi pernah di hujani asteroid yang kaya dengan unsur besi. Setiap benturan tersebut juga menimbulkan ledakan energi yang meningkatkan suhu Planet Bumi sampai 1.800 derajat Celsius.

Energi sistem tata surya kita tidak cukup untuk memproduksi elemen besi. Perkiraan paling baik, energi yang dibutuhkan adalah empat kali energi sistem matahari kita, dengan demikian besi hanya dapat dihasilkan oleh suatu bintang yang jauh lebih besar daripada matahari, dengan suhu ratusan juta derajat Celsius. Kemudian meledak dahsyat sebagai nova atau supernova, dan hasilnya menyebar di angkasa sebagai meteorit yang mengandung besi, melayang di angkasa sampai tertarik oleh gravitasi bumi, di awal terbentuknya bumi miliaran tahun yang lalu.

Lautan yang mencapai kedalaman 100 mil lebur dan meluas hingga menyelimuti Planet Bumi. Radioaktif di dalam planet ini semakin memanaskan suhu dalam interior bumi sehingga menjadi sebuah periok besi yang meleleh. Lelehan meteor besi itu kemudian mulai menyusut ke tengah karena ditarik gaya grafitasi bumi.

Lelehan besi tersebut mengalir sejauh ribuan kilometer dari permukaan mengikuti perjalanannya menuju inti bumi. Perjalanan tersebut membutuhkan waktu kurang lebih satu miliar tahun. Rentang waktu tersebut tergolong pendek dalam skala waktu geologi. Menurut Ir. Agus Haryo Sudarmojo (2008), itulah penyebab mengapa Planet Bumi mempunyai inti besi yang dikelilingi oleh lelehan lelehan batu gunung berapi hingga saat ini. Artinya besi yang kita kenal menjadi bagian hidup manusia ternyata bukan berasal dari planet Bumi.

Luar Biasa, besi adalah salah satu unsur yang dinyatakan secara jelas dalam Al Qur’an. Dalam Surat Al Hadiid, yang berarti “besi”, kita diberitahu sebagai berikut:

Memang aneh, tampaknya, nama salah satu elemen kimia dalam tabel periodik, yaitu besi (Fe = ferrum) bisa menjadi salah satu judul surat dalam kitab suci Agama Islam. Akan tetapi hal inilah yang menjadi salah satu pesona yang tak terbantahkan dari Al-Qur’an. Sehingga pertanyaan bagi orang awam tentunya, karakter apa yang menarik pada surat ini? Lalu, mengapa besi dijadikan salah satu nama surat dalam Al-Qur’an? Bukankah emas, misalnya, adalah logam mulia yang lebih berharga?

Karakter pertama yang menarik perhatian adalah banyak penafsir menghindari terjemahan wa ansalnal-hadida dengan “Kami ciptakan besi”, padahal secara intrinksik seharusnya. “Kami turunkan besi”, sebagaimana terjemahan “Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan mizan (keadilan, keseimbangan, keselarasan, kesepadanan)”. Mengapa demikian? Karena dalam bayangan mufasir klasik, bagaimana caranya besi diturunkan dari langit? Apakah dijatuhkan begitu saja?

Karakter kedua, ketika menjelaskan besi “memberikan kekuatan yang hebat” barangkali kita membayangkan senjata pemusnah sekelas ICBM, Inter Continental Ballistic Missile (peluru kendali antar benua) atau senjata pemusnah massal seperti senjata kimia. Tetapi bukan hanya itu. Nikmat yang paling besar yang diberikan Allah kepada umat manusia adalah “desain bumi”. Bumi dan isinya dilindungi oleh Sabuk Van Allen yang membungkus bumi seolah-olah perisai berbentuk medan elektromagnetik berenergi tinggi. Perisai dengan “kekuatan hebat” ini tidak dimiliki oleh planet-planet lain

Sabuk radiasi yang membentuk energi tinggi, terdiri dari proton dan elektron, mengelilingi ribuan kilometer di alas bumi, diberi nama Sabuk Van Allen. Sabuk ini melindungi bumi dan isinya dari ledakan dahsyat energi matahari yang terjadi setiap 11 tahun sekali yang disebut “solar flares”. Ledakan dahsyat ini bila tidak ditahan di angkasa dapat meluluh-lantakkan semua kehidupan di bumi, dengan kekuatan setara 100 juta bom atom Hiroshima. Perlindungan juga didapatkan dari serangan badai kosmis yang membahayakan umat manusia. Bagaimana sabuk perisai ini terbentuk? Sabuk ini terbentuk dari inti bumi yang besar, yaitu terdiri dari besi dan nikel. Keduanya membentuk medan magnet yang besar, yang tidak dimiliki oleh planet lain, kecuali planet Merkurius, dengan radiasi yang lebih lemah.

Karakter ketiga berhubungan dengan elemen kimia dalam tabel periodik. Kita tidak mungkin menafsirkan Surat Besi tanpa “membedah” elemen kimia besi berikut karakterisistiknya, yang berhubungan dengan kata al- hadid. Tanpa mengenal sifat-sifat besi, pembaca tidak akan mengetahui “keindahan” Surat Besi ini, yang diletakkan pada nomor 57. Dalam Al-Qur’an di surah Al Hadid (besi) memiliki urutan surah ke 57, yakni nomor massa besi dalam tabel periodik unsur dan nilai numerik dalan kata arab dari kata ‘hadid’ sendiri memiliki nomor 26, yaitu nomor atom besi. Subhanallah

sumber: http://forum.viva.co.id/indeks/members/mamatpelo.764626/

Sampingan

Mengapa alasan utama penolakan atas Lady Gaga tak diungkap?

Saif Al Battar

Senin, 21 Mei 2012 11:14:59

JAKARTA (Arrahmah.com) – Sejumlah kalangan, khususnya ormas-ormas Islam, menolak konser Lady Gaga yang direncanakan pada 3 Juni 2012. Umumnya alasan penolakan berkisar dari kostum dan tampilan yang vulgar dan lirik-lirik lagunya yang melecehkan, termasuk penghinaan atas ajaran Kristen. Karenanya di kalangan Kristen pun muncul penolakan.

Lady Gaga tampil vulgar, seksi, dan tak sesuai dengan adat ketimuran, alasan ini mudah ditepis. Mereka yang pro Lady Gaga bisa mengatakan, yang namanya penyanyi dangdut tak kalah seronoknya. Mereka bilang, lihat saja penampilan vulgar Trio Macan di atas panggung, mengapa tidak dilarang?

Sekali lagi, memberi alasan dari sudut kostum, tampilan dan liriknya yang melecehkan, itu menjadi kurang kuat. Sebab, dari segi kostum dan tampilan, banyak penyanyi yang tampil seksi di negeri ini tapi tak dilarang. Karenanya, menurut mereka, Lady Gaga bisa tampil dengan syarat kostumnya yang sopan sesuai budaya timur. Dalam hal lirik lagu yang dinilai melecehkan, pihak yang pro Gaga bisa bilang, lagu-lagunya bisa dipilih dan dikompromikan.

Sejumlah persyaratan itu pulalah yang coba dikompromikan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mendukung konser Gaga itu. Yang teranyar adalah Menkopolhukam Djoko Suyanto. Menteri yang satu ini bahkan memberi angin dan mengisyaratkan konser Gaga masih mungkin digelar dengan sejumlah kesepakatan yang harus disetujui masing-masing pihak(detikcom, 19/5/2012).

Menurut Djoko, hal yang bisa dikompromikan, misalnya kostum, koreografi, gerak penari dan lirik-lirik lagunya. “Harus disepakati dan dikompromikan dengan pihak mereka, agar tidak menampilkan yang vulgar,” kata Djoko.

Djoko mengaku sudah meminta Kapolri Jenderal Timur Pradopo untuk mengelola dan mengkoordinasikan hal-hal di atas. “Yang terpenting kan dikelola antara yang pro dan kontra, sehingga show-nya bisa jalan, tapi aspirasi yang mengkhawatirkan penampilannya juga diwadahi,” imbuhnya. Jadi, menurutnya, perlu dibuat kesepakatan antara pihak kepolisian, penyelenggara dan pihak yang kontra. Wow, sepertinya ada indikasi konser Gaga mau diizinkan? Padahal yang diharapkan, negara-lah yang mestinya turun melarang konser ‘mother monster’ yang juga dijuluki ‘ratu setan’ ini, bukan malah kompromi mau mengizinkan. Itu sama saja mau merusak generasi muda kita.

Nah, ini yang sangat disesalkan. Oleh karena dari pihak umat Islam yang menolak hanya memberi alasan sekadar kostum, tampilan dan lirik lagunya, maka alasan-alasan ini pastilah mereka coba kompromikan agar konser tetap berlangsung. Padahal ada alasan utama yang menyebabkan umat Islam menolak Lady Gaga. Tapi sayangnya hal itu tak diungkapkan.

Dalam acara Indonesia Lawyers Club di TVOne, Rabu malam (16/5/2012) tak satu pun kalangan yang kontra mengungkapkan alasan utama penolakan. Alasan-alasan yang dikemukakan masih di seputar tampilan, erotis, vulgar, yang tak cocok dengan Islam.

Alasan-alasan di atas, betul. Tapi ada alasan utama yang tak diungkap. Kemunculan Lady Gaga itu ada kaitannya dengan misi Zionis Yahudi. Gaga, oleh Zionis Yahudi adalah salah satu icon baru di bidang budaya dan entertain. Zionis, dengan organisasi bawah tanahnya seperti freemasonry dan illuminati selalu menciptakan sosok-sosok baru dari berbagai bidang untuk dijadikan idola yang kemudian menjerat lawan-lawannya.

Menjelang akhir kekuasaan George W Bush, Amerika mengalami krisis ekonomi yang cukup mengkhawatirkan. Kepercayaan masyarakat dunia terhadap AS kian menurun. Bagi Zionis—yang sebenarnya merupakan ‘boss’nya Amerika—untuk memulihkan kepercayaan dan kekaguman dunia, maka negara yang disebut sebagai adidaya ini memerlukan sosok dan icon baru. Karena itulah, munculnya Barack Obama—keturunan Yahudi hitam—yang dianggap mampu menghipnotis dunia, menjadi pilihan dan disupport Zionis. Dan, tak ada figur yang naik jadi presiden Amerika tanpa dukungan Zionis Yahudi. Kehadiran Obama bisa dibilang mampu mengembalikan kepercayaan dunia terhadap Amerika. Misi berhasil.

Itu di bidang politik. Di bidang budaya, entertain (hiburan), Zinonis Yahudi menghipnotis generasi muda—khususnya dari kalangan Islam—dengan merusak moral dan akhlak mereka. Kehadiran Lady Gaga sarat dengan misi dekedensi moral. Beberapa butir isi Protocolat Zionis jelas-jelas menyebutkan penghancuran generasi muda itu.

Henry Ford, pendiri dan pemilik perusahaan mobil Ford Amerika Serikat yang semula tak yakin adanya konspirasi Zionis atas dunia, akhirnya menulis sebuah buku yang membongkar program-program jahat itu. Dalam buku yang sempat dimusnahkan Yahudi AS itu, Henry Ford–yang membongkar kebusukan lobi Yahudi, menyimpulkan, untuk mencapai tujuannya kalangan Yahudi menggunakan cara-cara yang sesuai karakter mereka, yakni: dominasi atau hancurkan!

Ford semula tidak begitu percaya keterlibatan Yahudi Internasional dalam berbagai peperangan dan peristiwa besar di dunia. Ia melakukan penyelidikan, menggali fakta-fakta, dan menyewa investigator. Penyelidikan Ford ini kemudian dikenal sebagai Jewish Question. Dari penyelidikan itu, Ford yakin tangan-tangan Yahudi Internasional bermain dalam berbagai peristiwa dunia. Dan, menurutnya, tangan-tangan itu harus dipatahkan.

Melalui Dearborn Independent, surat kabar kecil yang dibelinya di Michigan, Ford menurunkan hasil investigasinya yang membeberkan kebusukan Yahudi Internasional di Amerika. Salah satu temuan Ford adalah Protocol Zionis. Dokumen ini berisi strategi Yahudi Internasional menguasai dunia, politik internasional, keuangan dan bisnis, media dan budaya.

Publikasi terhadap Protokol Zionis tersebut menuai kecaman. Ford dianggap Anti-Semit. Dokumen itu oleh kalangan Yahudi dinilai palsu. Ford tidak ingin terjebak perdebatan asli atau palsu. Ia mengatakan, ”…dari apa yang saya ketahui, semua yang terjadi sekarang ini di dunia, sesuai dengan isi dokumen itu.”

Artikel-artikel di surat kabar Dearborn Independent memicu kemarahan kalangan Yahudi. Mereka menuntut Ford minta maaf. Bisnisnya dipersulit sampai mengalami krisis keuangan. Dalam situasi sulit itu, Ford dirawat di rumah sakit akibat kecelakaan mobil secara misterius.

Pada 1977, artikel-artikel Ford itu dibukukan dalam The International Jew. Buku ini sempat menjadi buku terlaris, terjual lebih dari 10 juta copy. Kalangan Yahudi memborong buku ini, membakarnya,merazia toko-toko buku, dan bahkan mencurinya di perpustakaan untuk dimusnahkan.

Kini, Yahudi Internasional diyakini tangannya telah merambah ke seluruh dunia, ke segala kalangan. Pengaruhnya mendunia, mendominasi segala wacana. Pengikutnya pun menyebar ke mana-mana, ke segala profesi dan strata sosial kemasyarakatan. Pengikut, disadari maupun tidak disadari, pengikut langsung ataupun tak langsung, bahkan sekadar menjadi fans pengidola dari pengikut tak langsungnya.

Tangannya mengontrol segala peristiwa. Termasuk tak terkecuali, rentetan peristiwa dalam rangka agenda menghancurkan Palestina, dimana dunia Arab malahan hampir tidak melakukan apa-apa. Mereka hanya menjadi penonton saja, saat Palestina dihancurkan. Dan, kita yang di sini pun disibukkan dengan urusan politik dan pertengkaran antar kita-kita, termasuk ‘berkelahi’ dalam hal rencana konser Lady Gaga di sini—sementara sang Zionis dengan gerakan bawah tanahnya bisa jadi sedang terkekeh-kekeh ‘menonton’ ribut-ribut antara yang pro dan kontra Gaga.

Dalam agenda penghancuran generasi muda, Indonesia adalah salah satu sasaran utamanya. Kekayaan alam yang melimpah dan penduduknya yang mayoritas Muslim, menjadikan negeri ini sebagai sasaran yang sangat menggiurkan untuk dijadikan ‘mangsa’. Zionis tak perlu bangsa ini mengganti keyakinannya di KTP, apalagi menjadi Yahudi. Terlebih lagi, bagi Zionis, Yahudi sebagai bangsa pilihan, mustahil menjadikan orang non-Yahudi menjadi Yahudi. Maka, adalah aneh ada  komunitas yang menyebut dirinya sebagai Komunitas Yahudi, padahal bukan Yahudi, dan Zionis Yahudi sendiri tak suka orang non-Yahudi menyebut dirinya Yahudi, karena bagi mereka  Yahudi itu  sebuah nama untuk  bangsa pilihan. Tapi, mungkin pihak Zionis membiarkan saja hal ini, karena mereka berkepentingan komunitas  yang menyebut dirinya dengan embel-embel Yahudi itu sebagai bagian untuk melancarkan misi mereka.

Jadi, bagi Zionis,  tak perlu berganti nama dan keyakinan. Cukup pola pikir dan kelakuan non-Yahudi itu berubah. Maka, dengan penetrasi budaya lewat sosok yang digandrungi, diidolai dan digila-gilai, sehingga generasi ini meniru cara berpakaian sang idola yang vulgar, itu merupakan langkah awal untuk menguasai dan mengendalikan ‘korban’nya. Program ini sudah tertuang dalam protocolat yang berisi 24 atau 25 butir kesepakatan, di antaranya:

“…Beberapa sarana untuk mencapai tujuan adalah: Minuman keras, narkotika, perusakan moral, seks, suap, dan sebagainya. Hal ini sangat penting untuk menghancurkan norma-norma kesusilaan masyarakat. Untuk itu, Konspirasi harus merekrut dan mendidik tenaga-tenaga muda untuk dijadikan sarana pencapaian tujuan tersebut.” Berikutnya:

“Pemuda harus dikuasai dan menjadikan mereka sebagai budak-budak konspirasi dengan jalan penyebarluasan dekadensi moral dan paham yang menyesatkan.” (Ingat, Lady Gaga adalah salah satu sosok yang sesat menyesatkan dengan ritual dan kelakuannya yang aneh). Karena itu, kebebasan berekspresi menjadi “senjata”, yang hakikatnya adalah untuk meliberalkan korban-korban Zionis supaya tak terikat dengan ideologi dan keyakinan mereka. Maka, paham liberal pun merasuki generasi ini, sebagaimana terdapat dalam satu butir Protocolat:

“Paham Liberal harus kita sebarkan ke seluruh dunia agar pengertian mengenai arti kebebasan itu benar-benar menimbulkan dis-integrasi dan menghancurkan masyarakat non-Yahudi.” Dalam konteks ini, jelas kehadiran Irshad Manji dan lainnya, misalnya, tak berdiri sendiri. Tapi membawa misi.

Selanjutnya, “Kita harus berusaha agar opini umum tidak mengetahui permasalahan sebenarnya. Kita harus menghambat semua yang mengetengahkan buah pikiran yang benar. Hal itu bisa dilakukan dengan memuat berita lain yang menarik di surat kabar. Agen-agen kita yang menangani sektor penerbitan akan mampu mengumpulkan berita semacam itu. Pandangan masyarakat harus kita alihkan kepada hiburan (dunia entertainment, pen), seni (musik, pen) dan olah raga.”

Sebagaimana diketahui, Lady Gaga adalah seorang penyanyi yang menjadi Robot organisasi rahasia Yahudi Illuminati. Asesoris penampilan Gaga dalam setiap konsernya, secara vulgar menonjolkan lambang Illuminati dan paganisme. Illuminati adalah sebuah kelompok Zionis Yahudi yang memiliki hubungan erat dengan Freemasonry, kelompok rahasia dan bawah tanah Zionis. Illuminati adalah sekte Luciferian (iblis) yang memiliki arti Sang Pembawa Cahaya. Sekte ini memiliki misi untuk menghancurkan umat Islam dan non-Yahudi melalui ide pemikiran rusaknya.

Lady Gaga juga merupakan Ratu Iblis Liberal Pemuja Setan. Dalam video klip lagu Alejandro digambarkan Gaga bersatu dengan Tuhan kaum Nasrani (Yesus). Lalu dia menyalahkan Tuhan, karena Tuhan tidak dapat memenuhi keperluan rohaninya. Akhirnya dia mengubah diri dari biarawati menjadi paderi Luciferian (setan) yang dilambangkan dengan tangan kanan menutup mata kirinya (menjadi bermata satu, lambang Yahudi). Inilah yang diprotes kalangan Kristen. Perhatikan dalam tampilan konser dan perilakunya, Gaga kerap menutup mata kirinya. Jadi, bermata satu. Persis Dajjal. Itu melambangkan illuminati.

Tak hanya itu, penyanyi haus sex ini juga penyebar Gaya Hidup gay, lesbian dan Transgender. Salah satu lirik lagu Gaga “Born This Way” yakni : “..No matter gay, straight, or lesbian, transgendered life… I’m on the right track, baby I was born to survive.” (Tidak peduli gay, lurus, lesbian, kehidupan transgender. Saya dijalur yang benar…).

Lady Gaga merupakan Icon Pornoaksi dan Pornografi. Setiap kali aksi konsernya, Lady Gaga tidak lepas dari sensasionalnya. Yakni menampakkan aurat dan meliukkan tarian yang erotis.  Tak berhenti sampai di situ. Gaga juga mengajarkan kemusyrikan.  Sebut misalnya, sebelum memulai konsernya, dia mengadakan ritual pemujaan setan. Ini sebagai bagian dari upaya mencari sensasi, menarik publik, menggila-gilai bahkan akhirnya mencontoh dan mengikuti kelakuan Gaga itu.

Lady Gaga  mendapat julukan “Ratu Illuminati”, karena dia memang bagian dari organisasi bawah tanah Zionis Yahudi itu.  Illuminati adalah sebuah kelompok dalam Zionis Yahudi yang memiliki hubungan erat dengan Freemasonry—kelompok  rahasia dan bawah tanah Zionis lainnya. Historisnya disebutkan ketika kelompok Illuminati dikejar-kejar kelompok gereja di Eropa, adalah Freemasonry yang menjadi tunggangan Illuminati untuk berlindung.

Jadi, jika Freemasonry yang merupakan kelompok garis keras dan bawah tanah Zionis Yahudi, maka Illuminati adalah organisasi lebih atas lagi. Lebih rahasia. Penuh misteri. Sayangnya, banyak umat Islam yang tidak menyadari. Karenanya, para tokoh Islam atau yang memahami tentang Zionis Yahudi, sudah seharusnya dengan serius memberikan informasi tentang bahaya Illuminati, Freemason, dan lainnya yang berhubungan dengan Zionis Yahudi. Termasuk para pembawa misi kelompok-kelompok Zionis Yahudi ini. Salah satunya adalah Lady Gaga.

Jelas sudah, Lady Gaga adalah sosok yang membawa misi Zionis Yahudi. Dengan kata lain, Gaga adalah sosok yang merusak pemikiran, otak dan  akhlak generasi muda Islam, khususnya melalui budaya. Bagi para pemerhati konspirasi dan Yahudi, juga nama Lady Gaga sudah tidak asing sebagai artis penyembah ajaran musyrik (pagan).

Seperti pernah dilansir Dailymail, salah satu pekerja di Hotel Intercontinental, London menceritakan, bahwa penyanyi kontroversial tersebut telah meninggalkan cairan mirip darah dalam jumlah besar di bak mandi hotel. Semua staf hotel sangat yakin Gaga telah mandi di sana, atau setidaknya menggunakan cairan itu untuk mendandani kostumnya yang selalu super aneh di atas panggung. Sudah tak mengherankan lagi, karena Lady Gaga memang terkenal sebagai boneka illuminati yang memiliki ritual pagan sebagai keharusan.

Jadi, kehadiran Gaga ini sarat dengan misi Zionis lewat gerakan Illuminatinya. Lirik lagu yang melecehkan keyakinan tertentu seperti Kristen, kostum dan tarian erotis, hanyalah bagian dari sarana untuk melancarkan misi itu: merusak dan menyesatkan generasi muda, utamanya.

Jadi, sangat aneh jika ada petinggi organisasi Islam bilang, mau bagaimana pun kelakuan Lady Gaga, “Iman kami  tetap tak terpengaruh.”  Ini pernyataan yang tak bertanggungjawab. Apakah tokoh umat yang ngomong seperti ini tak memahami bahwa generasi muda perlu diselamatkan? Okelah Anda dan para anggota dalam  organisasi Anda tak terpengaruh dengan Gaga, tapi apakah Anda tak terpikir dengan ribuan bahkan jutaan generasi yang tanpa reserve ‘menggila-gilai’ sosok seperti Lady Gaga? Apalagi, Gaga adalah bagian dari misi Zionis!

Karenanya, tulisan ini bermaksud  ingin mengingatkan kepada pemimpin dan tokoh umat, agar menjelaskan alasan utama perihal penolakan Lady Gaga di ranah ini.Ketahuilah, alasan vulgar, erotis, dan lainnya itu mudah dipatahkan, karena dari para penyanyi di republik ini pun banyak yang tampil erotis, vulgar dan mengumbar aurat. Tolong bantu umat untuk menyatakan bahwa alasan utama penolakan Gaga adalah lebih dari  itu: membawa misi budaya yang merusak dan menghancurkan generasi muda dunia.

Kepada Menkopolhukam, hal-hal seperti ini—apalagi  mengandung  misi Zionis, sebagaimana disebut dalam Protocolat—tak bisa dikompromikan. Apa jaminannya penampilan erotis, vulgar, umbar aurat, itu tak muncul, jika sudah di atas panggung? Susah untuk mengatur-atur penampilan sosok yang sudah membawa misi  menghancurkan generasi untuk santun di atas panggung. Yang dikhawatirkan, jika Gaga diizinkan konser di sini dengan kesepakatan  tak tampil vulgar, kemudian kenyataan di atas panggung berbeda, lalu barisan yang kontra beraksi, kemudian terjadilah pembubaran paksa, dan kerusuhan terjadi, inikah yang diinginkan?

Jangan gegabah. Persoalannya tak sekadar larangan tampil vulgar dan erotis. Bukan itu. Ada alasan utama di balik penolakan itu. Andai diizinkan, lalu yang kontra menganggap Gaga tampil erotis dan vulgar, kemudian terjadi  huru-hara, bisa jadi inilah yang diharapkan Zionis dan kaki tangannya. Sebab, salah satu tujuan Zionis yang terdapat dalam  Protocolat adalah membuat sebuah negeri rusak citranya di mata dunia. Jika terjadi tindak anarkis dan kerusuhan, citra Indonesia pun menjadi buruk.

Tahukah Anda, yang namanya konflik, kerusuhan,  pencitraan yang buruk terhadap tokoh umat dan ormas Islam, pemunculan aliran sesat—termasuk munculnya nabi-nabi palsu—dan lainnya, itu merupakan bagian dari modus Zionis Yahudi untuk menguasai lawan-lawannya yang non-Yahudi, terutama umat Islam.

Pendek kata, antara maslahat dan mudharatnya jauh lebih besar mudaharatnya jika Gaga diizinkan tampil. Terlalu besar konsekuensi yang harus kita tanggung. Itu belum lagi, dari hasil penjualan tiket yang tergolong mahal,  hanya untuk menghadirkan dan menambah kocek Lady Gaga yang dengan gerakan bawah tanahnya justru untuk menghancurkan kita?

Sadarkah kita, berapa persen dari hasil pundi-pundi Lady Gaga disisihkan untuk membeli peluru yang kemudian diarahkan untuk membunuh dan membantai saudara-saudara kita di Palestina?

Sekali lagi, ini tak hanya urusan erotis, vulgar dan umbar aurat, bukan cuma itu! Ini lebih dari itu, ada misi Zionis di dalamnya. Gaga adalah bagian dari misi itu dengan organisasi rahasia illuminatinya. Berlindung di bawah seni budaya dan kebebasan bereskpresi, Illuminatinya Zionis, lewat Lady Gaga siap melumat-lumat generasi muda ini. Sementara mereka yang rela berdesak-desakan membeli tiket konsernya tidak sadar bahwa mereka tengah jadi  intaian  (mangsa) Zionis–sekaligus sebagai ‘alat’ untuk melancarkan misi mereka.

Tulisan ini tak bermaksud menyatakan bahwa generasi kita bodoh dalam hal ini. Sebab, kenyataannya, jangankan generasi yang menjadi pembeli tiket konser Gaga itu, para pemimpin kita pun banyak yang tak tahu  atau tak mau tahu  akan misi Zionis ini, termasuk misi yang diperankan Gaga sebagai icon dan sosok perusak yang sesat menyesatkan.

Para pemimpin mempunyai tanggung jawab terhadap yang dipimpinnya. Jadi, jika Anda sebagai pemimpin, jangan sembarangan mengambil keputusan. Dalam konteks ini taruhannya adalah kehancuran generasi muda. Jangan hanya berpikir hari ini, tapi lebih jauh, ke depannya. Anda, para pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak. Sebagaimana disebut dalam Konstitusi, Negara berkewajiban melindungi warganya. Jika konser Lady Gaga dikatakan merusak pola pikir, ideologi, keyakinan dan akhlak generasi bangsa ini, maka kewajiban negara untuk menyelamatkan warganya dengan cara tak mengizinkan konser yang sarat misi Zionis itu.

Seyogianya, para komentator, pengamat musik, musisi, penyanyi, dan lainnya, juga menyerap dan memahami apa di balik Lady Gaga dan sederet icon penyanyi dunia lainnya. Jadi jangan tahunya hanya “kebebasan berekspresi”–dimana kalimat ini sudah dimanfaatkan dengan baik oleh Zionis.

Akhirnya, semoga Mabes Polri yang berwenang mengeluarkan izin–dan punya otoritas pula untuk tak memberi izin–secara arif mau menyerap akan kegelisahan umat yang tak rela anak-anak bangsanya dicekoki dan dikadalin Zionis. Kepada Menkopolhukam Djoko Suyanto, tolong Anda berpikir lebih wisedengan melihat umat mayoritas yang gundah lantaran khawatir anak-anak mereka keranjingan dan kesetanan karena sosok Lady Gaga.  Dan, sekali lagi, jangan gegabah!

(salam-online.com/arrahmah.com) sumber:arrahmah.com

Mengapa alasan …

FAKTA-FAKTA MENAKJUBKAN DARI INTERNET


Tahukah Anda?

Ada aneka fakta penting dari internet bahkan dalam bentuk videonya. Perubahan selalu terjadi…

Tahukah anda? Kemana arah perubahan ini?. Pertanyaan penting selanjutnya adalah: Siapkah anda?

Tahukah anda?

Pekerjaan yang paling banyak diminati di tahun 2010,ternyata tidak terdapat di tahun 2004.Saat ini, para pendidik mempersiapkan para murid untuk pekerjaan yang belum ada. Pekerjaan yang mungkin menggunakan teknologi yang belum ditemukan. Seseorang akan berganti pekerjaan 10-14 kali sebelum mencapai usia 38tahun.

Tahukah anda?

seseorang yg berusia 21 tahun telah menonton TV selama 20.000 jam Main video games selama 10.000 jam Berbicara di telepon selama 10.000 jam Mengirim / menerima email / instant message sebanyak 250.000 buah

Tahukah anda?

50% orang Amerika berusia 21 tahun telah membuat halaman web. dan lebih dari 70% anak Amerika berusia 4 tahun telah menggunakan komputer.

Tahukah anda?

Berapa waktu yg dibutuhkan untuk mencapai 50 juta pengguna? Radio – 38 tahun TV – 13 tahun Internet – 4 tahun iPod – 3 tahun Facebook – 2 tahun

Sirkulasi surat kabar di Amerika turun 7 juta kopi dalam 25 tahun terakhir. Tapi dalam 5 tahun terakhir, Pembaca surat kabar online naik 30 juta pembaca!!

Penurunan jumlah pemasang iklan: Surat kabar – 18.7% TV – 10.1% Radio – 11.7% Majalah – 14.8% Sementara, kenaikan pemasang iklan digital: Mobile – 18.1% Internet – 9.2%

Lebih banyak video yang diupload ke Youtube dalam 2 bulan, dibandingkan dengan acara-acara TV Amerika yang baru sejak tahun 1948. 3 stasiun TV terkemuka Amerika yang sudah berdiri 200 tahun memiliki 10 juta penonton. Berapa pengunjung MySpace + YouTube + facebook? 250.000.000 !! dan 3 website ini belum lahir di tahun 2000.

Tahukah anda?

Banyaknya alat internet?? tahun 1984 – 1.000 tahun 1992 – 1.000.000 tahun 2006 – 600.000.000 tahun 2008 – 1.000.000.000 Sadarkah anda, kita sekarang hidup di masa eksponential!

Pesan komersial berupa teks pertama kali dikirim Desember 1992 Sekarang? Jumlah pesan teks yg dikirim dan diterima melebihi jumlah penduduk dunia.

Tahukah anda?

Internet pertama kali digunakan publik di awal tahun 1995 eBay didirikan tahun 1996 Laba eBay di tahun 2006 — $6 milliar!!

Lebih dari 31 milliar pencarian terjadi di Google setiap bulannya. padahal tahun 2006, cuma 2.7 miliar (Sebelum ada google, mereka nanya kemana yah? 😀 )

Wikipedia didirikan tahun 2001, sekarang lebih dari 13 juta artikel dalam 200 bahasa!

Gimana dengan MySpace? Kalau MySpace itu adalah negara, maka akan menjadi negara ke 5 dengan populasi terbanyak! Informasi teknik baru, berlipat ganda setiap 2 tahun, Artinya? Separuh dari pelajaran yg dipelajari di tahun pertama kuliah, akan ketinggalan jaman disaat mereka menduduki tahun ketiga kuliah.

Tahukah anda?

Selama anda baca informasi saya ini tadi, 67 bayi lahir di Amerika 274 bayi lahir di Cina 395 bayi lahir di India 694.000 lagu didownload secara ilegal Perusahaan Dell mendapatkan penghasilan $3juta dari Twitter Obama mengumpulkan $55juta dalam 29 hari dari social networks

Bagaimana anda menggunakan situs-situs social networking? Buat senang-senang saja kah?

Komputer yang berada dalam telepon genggam saat ini Satu juta kali lebih murah Seribu kali lebih canggih dan Seratus ribu kali lebih kecil dibandingkan komputer pertama di MIT di tahun 1965. Jadi, apa yang dulu muat di sebuah gedung, kini muat di kantong baju anda!

Apa arti semua ini? Sudah siapkah anda menghadapi perkembangan dunia? Sudah siapkah bisnis anda dengan kemajuan teknologi?

MY OTTO BIOGRAPHY part II


JANGAN BERCERMIN DI AIR YANG KOTOR…..

Jika dimaknai secara apa adanya; tentulah kita dapat segera tahu bahwa dengan bercermin di air yang kotor maka tentu saja refleksi wajah kita di air tersebut akan terlihat kotor juga. Walaupun sebenarnya mungkin wajah kta bersih. Jika kita bercermin di air/cermin yang bersih maka wajah kita akan terlihat apa adanya; bersih wajah kita akan terlihat bersih, kotor wajah kita  akan terlihat kotor. Seringkali pada masa-masa usia SLTA, kita melakukan kegiatan yang sekedar ikut-ikut. “Dia aja bolos ga apa-apa… aku juga sekali kali bolos juga ahh…” “Dia juga ga ngerjain tugas dari guru,  kenapa aku repot-repot ngerjain tugas itu…?” “Dia aja nyontek.., aku boleh juga dong nyontek…” Melihat perilaku jelek orang lain kemudian kita merefleksikan kita dengan perilaku jelek itu (ikut2an) maka kelakuan kita jadi jelek juga.. inilah makna yang kutangkap dari pesan pak Andi Kurniawan; “JANGAN BERCERMIN DI AIR YANG KOTOR” artinya jangan ikuti jika kita melihat orang lain berlaku buruk. Walaupun orang lain mencontek, bukan berarti kita juga harus mencontek.. walaupun teman kita membolos.. apa ruginya jika kita tetap masuk kelas… tentu kita lebih beruntung mengerjakan tugas dari guru dibandingkan teman yang tidak mengerjakan.

Kembali ke laptop. Tahun ke dua dan ke tiga di SPP DKI Jakarta sudah tidak terasa seberat di tahun pertama. Mungkin karena sudah terbiasa dengan iklim sekolah yang seperti itu. Ala bisa karena biasa. Motivasi sekolah pertanian yang awalnya karena biaya yang ringan mulai berubah arah dengan sendirinya. Lama-kelamaan aku mulai tertarik dengan ilmu pertanian; semuanya. Mulai dari budidaya, alsintan, ekonomi pertanian, klimatologi, tanah dan pemupukan, perlindungan tanaman, semuanya. Mungkin ini juga yang menghilangkan rasa berat sekolah di SPP DKI Jakarta.

Sekali lagi, -tanpa bermaksud menyombongkan diri- akhirnya aku berhasil menyelesaikan pendidikan sebagai lulusan terbaik. Dengan hasil ini, aku berkesempatan mengikuti wisuda khusus para lulusan terbaik SPP 4 Propinsi di SPP Negeri Tegal. Empat propinsi itu adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY. Sesudah wisuda, saat pengambilan ijazah, aku dipanggil kepala sekolah ibu Sofnelly B. Muharram, B.Sc, kemudian ditanya: “Sarmili, lulus dari sini (SPP) kamu mau kemana? Kuliah atau kerja?” aku menjawab “saya mau cari kerja bu” “kenapa tidak kuliah?”

“tidak ada biaya, Bu.. saya mau kerja dulu nanti mudah-mudahan bisa kuliah sambil kerja.”

“kalo saya tawari kuliah beasiswa, mau tidak?”

“beneran bu????” pertanyaan itu kuajukan karena setengah percaya dan tidak. Benarkah aku bias kuliah?? Senang, kaget, seraya tak percaya jadi satu.

“iya, benar. Ini formulirnya, kamu isi. Syarat-syaratnya kamu penuhi”

“baik, bu. Tapi saya izin orang tua saya dulu bu”…

Setelah melewati serangkaian proses dan ujian masuk, atas restu kedua orang tua dan izin Allah SWT, aku diterima sebagai mahasiswa di Akademi Penyuluhan Pertanian (APP) Bogor –sekarang Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Bogor. Ini merupakan perguruan tinggi kedinasan yang dikelola oleh Departemen Pertanian yang sebenarnya diperuntukkan bagi Pegawai negeri sipil pusat/daerah yang bertugas sebagai Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Beruntung, pada tahun dimana aku lulus SPP, Departemen Pertanian menyediakan kursi untuk perwakilan siswa lulusan SPP non PNS. Dari 3 jurusan yang ada di APP Bogor, aku memilih jurusan penyuluhan pertanian. Di jurusan ini, jatah untuk siswa lulusan SPP non PNS hanya 2 orang. Dan siswa yang beruntung itu adalah aku dan seorang lagi lulusan SPP Negeri Tanjungsari, Shantianny.

Tinggal di asrama, kuliah bersama mayoritas para PNS yang kebanyakan seusia Bapakku, tanpa sengaja telah membentuk aku menjadi seorang yang lebih dewasa, lebih dapat memaknai hidup dan perjuangannya, lebih menghargai nilai-nilai perjuangan kedua orang tuaku ketika membesarkanku. Di asrama aku sering menangis ketika teringat aku sering membantah ibuku. Sering menolak ketika dimintai tolong oleh ibuku. Aku menangis manakala teringat Bapak yang harus rela berkeliling menapaki jalan aspal Jakarta di tengah terik matahari untuk menjajakkan dagangannya demi aku dan adik2ku. Di asrama itulah rasa bangga kepada orang tuaku tumbuh dan terpupuk. Betapa tidak,ketika sebagian orang tua lain di kampungku lebih memilih menyelamatkan tanahnya dibanding membiayai sekolah anaknya, Bapak malah menjual tanahnya untuk membiayai sekolahku. Karena penghasilan dari berdagang keliling hanya cukup untuk makan seadanya. Kembali terbayang di pelupuk mata, bagaimana jerih payah usaha Bapak mencari uang agar dapat membelikan aku mesin tik untuk menyelesaikan tugas akhir sekolah. Masa itu semua siswa di sekolahku mengerjakan tugas akhir dengan mesin tik. Komputer belum begitu popular, hanya untuk kalangan terbatas.

Di APP Bogor ini, untuk pertama kalinya aku mengenal komputer. Sudah lama sekali aku ingin bisa mengoperasikan computer. Apalah daya, di tiga sekolah sebelumnya tidak ada mata pelajaran computer. Kursus??? Jauh panggang dari api. Karena itu, aku memanfaatkan betul 1 sks mata kuliah computer di semester 3 untuk mempelajari sebanyak-banyaknya tentang computer. Tidak puas hanya belajar 50 menit seminggu, aku manfaatkan waktu istirahat untuk praktek ilmu computer tambahan di lab computer kampusku. Pendalamannya aku lakukan di rental ketika mengerjakan tugas-tugas mandiri kelompok yang dibiayai dari iuran teman-teman kelompokku. Teman-teman kelompokku yang terdiri atas mahasiswa PNS mengumpulkan uang untuk biaya rental computer, sementara aku yang paling muda dan tidak punya uang disuruh mengetik atas biaya mereka. Kesempatan ini aku manfaatkan untuk mendalami ilmu komputerku yang Cuma 1 sks plus. Kadang aku membantu mengetik tugas individu teman2 mahasiswa PNS tanpa imbalan. Aku hanya ingin mendalami ilmu computer di rental sambil membantu mereka.

BERSAMBUNG……

MY OTTO BIOGRAFI


Untuk mengisahkan perjalanan hidupKU.. rasanya tidak akan cukup sekalipun diterbitkan dalam sebuah trilogy. Aku adalah seorang anak manusia yang lahir di sebuah desa di pinggiran kota Jakarta – dekat dari sisi jarak , namun sangat jauh jika diukur dari sisi kemajuan dan modernitas – pada pertengahan tahun 1979.

Masa kecil  kulalui sebagai anak kampong. Pagi hari sekolah di SDN Grogol I, sore hari mengaji di majlis ta’lim. Beranjak remaja; banyak hal yang kulakukan di pagi hari: kadang nonton tv di rumah tetangga yang jauhnya sekitar 1 Km, kadang membantu ayah menyabit rumput untuk pakan kambing, kadang ikut berjualan buah di pasar, kadang ikut panen singkong untuk bahan baku pembuatan tape. Sorenya… rutin sekolah di SMP Kesuma (sekarang Kesuma Bangsa).

Saat itu kendaraan umum belum terlalu popular untuk anak kampong seperti aku. Apalagi bersepeda motor, mimpi kali yeeee… jadi, sekolah jalan kaki. 45 menit perjalanan. Masuk sekolah pkl. 13.00. jam 11.00 aku dan teman-teman telah berangkat dari rumah. Dengan bekal sebagai juara umum hasil Ujian Akhir di SD, sebenarnya aku kepingin sekolah di SMP Negeri. Tapi tempatnya jauh.. harus naik angkot beberapa kali dan lagi SPP-nya mahal. Untuk ukuran aku saat itu; untuk ongkos naik angkot aja ga ada, apalagi bayar SPPnya.. wah… terpaksa deh ku kubur dalam-dalam impian sekolah di SMP Negeri. Sekolah di SMP Kesuma saat itu paling murah… berangkat/pulang jalan kaki, SPP Cuma Rp. 3.600 se bulan.. sekolah yang pro rakyat kecil. Tapi memang jangan harapkan fasilitas yang macam-macam. Perpustakaan??? Lab computer??? lab bahasa???, lab IPA???, Alat peraga???; lah gedung sekolahnya aja numpang di Madrasah Ibtidaiyah swasta. Jadi, SMP copy paste SD. Mencatat, membaca, mendengarkan guru. Nothing ells.

Namun begitu, kualitas guru-guru yang mengajar sangat bagus kurasa waktu itu. Mereka kreatif sekali ditengah keterbatasan sarana yang ada. Ada pak Indah Yanto guru fisika, pak Abdul Rohim guru Bahasa Inggris, bu Watmawati guru Bahasa Indonesia, dan guru lain yang tidak bisa ku sebutkan satu persatu; namun mereka semua luar biasa. Dan satu lagi yang paling dekat dengan semua murid Tata Usaha Sekolah Bpk Udin Jaenudin. Beliau ini sangat terkenal di kalangan siswa dengan sebutan pak UJ. Sebelum ada UJ (ustadz Jepri al-Buchori) UJ yang terpatri di hatiku dan teman-temanku adalah Udin Jaenudin. Walau sekolah di tempat yang minim fasilitas, tidak lantas menyurutkan semangatku untuk mengukir prestasi. Alhamdulillah, aku lulus dengan nilai terbaik diantara lulusan SMP swasta se-Kecamatan Beji.

Dengan modal nilai tersebut, Sekali lagi aku mencoba menggali kembali impianku untuk dapat mengenyam pendidikan yang baik di sekolah negeri. Apalah daya; sekali lagi aku hanya bisa gigit jari begitu melihat daftar biaya yang harus dikeluarkan untuk bisa jadi siswa SMA Negeri. Ku gali lebih dalam lagi lubang di hatiku untuk menguburkan impianku masuk sekolah Negeri. Atas ajakan seorang teman, akhirnya aku mendaftar di sebuah sekolah kejuruan pertanian di Jakarta -SPP DKI Jakarta- (sekarang SPP Negeri DKI Jakarta). Bukan karena aku tertarik dengan dunia pertanian, tapi karena pertimbangan biaya. Bayangkan, di sekolah lain waktu itu, SPPnya minimal Rp.25.000,- belum lagi uang praktek, uang semester, uang buku, uang osis dan entah uang apalagi yang harus dikeluarkan oleh setiap siswa. Tapi di SPP DKI Jakarta, aku cukup bayar Rp. 15.000,- sudah termasuk uang SPP, iuran koperasi, iuran organisasi siswa. Plus subsidi biaya praktek, biaya ujian semester dan ujian akhir yang didanai oleh APBD DKI Jakarta.

Jadi sekali lagi motivasi bukan karena minat tapi karena biaya. Tahun pertama menjadi siswa SPP DKI, berat sekali rasanya. Jika sekolah SMA lain masuk jam 7 pagi pulang jam 1 siang. Maka di SPP DKI aku harus masuk jam 6 pagi pulang jam 5 sore. Rutin, setiap hari. Sekolah yang melelahkan. Sempat tersirat dalam pikiranku untuk menyerah. Berhenti dan pindah ke sekolah lain. Tapi batinku berkata: “ sekolah dimana lagi yang bisa seperti ini; fasilitas lengkap, dekat dari rumah, biaya murah” yang digaris bawahi adalah BIAYA MURAH. Tapi TIDAK MURAHAN.

Tiga tahun kulalui masa-masa sulit di SPP DKI Jakarta. Dengan harapan, lulus sekolah nanti bisa langsung bekerja atau wira usaha dengan modal keterampilan yang diajarkan di sekolah. Tidak sedikitpun terlintas di hatiku saat itu, untuk melanjutkan kuliah setamat SPP. Sekolah sampai SLTA saja sudah merupakan kebanggaan di tengah keterbatasan ekonomi keluargaku saat itu. Ada satu pelajaran yang tak pernah dapat kulupakan seumur hidupku yang kudapat dari sekolah ini. Bukan pelajaran dalam kurikulum, tapi pelajaran dalam menjalani hidup. Adalah Bpk Andi Kurniawan yang mengajarkan nilai-nilai tersebut. Perkataan sederhana namun memiliki makna yang teramat dalam. “JANGAN BERCERMIN DI AIR YANG KOTOR”.

BERSAMBUNG……

MANFAAT COKLAT


Coklat selalu dikreditkan sebagai pengurang stres hingga risiko penyakit jantung. Namun, ada fakta lain mengenai coklat.

Menurut studi peneliti Northumbria University Inggris pada 2009, coklat bisa membantu orang mengerjakan matematika. Studi menunjukkan, orang bisa menghitung mundur lebih baik setelah mengkonsumsi coklat panas yang mengandung 500 mg flavanolsatau lima batang coklat.

Selain itu, antioksidan pada coklat bisa meningkatkan aliran darah ke otak. Studi lain menunjukkan, sedikit coklat hitam bisa mengubah tingkat protein C-reaktif yang berhubungan dengan peradangan di dalam tubuh.

“Pengaruh terbaik diperoleh ketika mengkonsumsi rata-rata 6,7 gram coklat per hari atau setara kotak kecil coklat dua atau tiga kali sepekan,” papar penulis utama studi Northumbria Romina di Giuseppe.

Selama beberapa tahun, studi juga menguak manfaat coklat bagi kesehatan. Menurut studi pada 44 ribu partisipan baru-baru ini, orang yang tiap pekan makan coklat, 22% lebih kebal stroke. Temuan ini dipresentasikan di pertemuan tahunan American Academy of Neurology di Toronto.

Meski coklat terbukti kaya antioksidan flavonoid yang bisa menangkal stroke, studi Sarah Sahib dari McMaster University, Kanada, mencatat, penelitian ‘lebih lanjut diperlukan untuk menentukan coklat benar-benar menurunkan risiko stroke, atau apakah orang bisa sehat cukup dengan makan coklat”.

Pada 2009, studi menemukan, orang yang dinilai sangat tertekan mengalami penurunan tingkat hormon stres setelah makan coklat tiap hari selama dua pekan. Di studi Nestle Research Center Swiss, 30 subyek makan 40 gram coklat hitam tiap hari.

Studi Sunil Kochhar ini menunjukkan, relawan mengalami ‘pengurangan kadar hormon stres dan normalisasi metabolik stres sistemik’ secara signifikan. Mungkin alasan ilmiah inilah yang membuat coklat disebut sebagai ‘makanan para dewa’ di Yunani.

SUMBER: INILAH.COM VIA YAHOO NEWS

Oleh SAREVA Dikirimkan di RINGAN