PERBEDAAN ITU INDAH (???)



Kalimat dari judul tulisan ini begitu sering keta dengar dan mudah sekali kita jumpai dalam spanduk2 ataupun baliho2 yang mengajak kita untuk menghargai perbedaan. Dalam pidato-pidato pejabat kita bahkan sering kali dibumbui dengan contoh2 manis dari indahnya perbedaan. Berikut contoh yang sering kai disampaikan:

Contoh pertama:

Lihatlah taman bunga yang indah. Taman tersebut menjadi indah karena aneka ragam bunga yang berbeda warna dan bentuk. Bayangkan jika hanya ada satu jenis dan atau satu warna bunga saja, taman terebut akan berkurang keindahannya.

Contoh kedua:

Simphony yang indah dari sebuah orchestra adalah kumpulan dari perbedaan suara alat musik dan nada yang dimainkan bersama. Bayangkan jika hanya ada satu alat musik yang dimainkan dengan hanya 1 nada. Tidak akan terbentuk symphony yang indah.

Tapi ingatkah kita?

Pertama

Aneka ragam bentuk dan warna bunga yang berbeda membentuk taman menjadi indah karena apa? Karena ditata dengan baik oleh seorang ahli landscape, ahli pertamanan. Bayangkan jika kumpulan bunga-bunga itu ditanam sembarangan tanpa penataan yang baik, akankah membentuk taman yang indah?? Bukankah semak belukar pun terbentuk dari aneka rerumputan liar yang berbeda?? Apakah indah??

Kedua

Aneka alat musik dan nada yang berbeda membentuk symphony yang indah karena apa? Karena dikomposisikan oleh seorang composer profesional dimainkan oeh sekelompok orang di bawah pimpinan seorang conduktor yang mengatur permainan orchestra. Bayangkan jika aneka alat musik bermain bersama tanpa komposisi yang tepat dan tidak terpimpin, apakah tetap akan menghasilkan sebuah symphony?? Bukankah suara bising di jalan raya juga merupakan kumpulan dari suara2 yang berbeda; knalpot kendaraan bermotor, peluit pak polantas, teriakan pengamen jalanan dan penjaja koran. Apakah itu indah??

Mari kita mulai memandang sesuatu secara komprehensif, tidak setengah-setengah. Bukankah agama mengajarkan untuk melakukan secara sesuatu tidak setengah-setengah.. “dan masuklah kalian ke dalam islam secara kaffah (utuh).”

Perbedaan itu akan menjadi indah jika dikelola dengan baik. Kata kuncinya adalah pengelolaan, manajemen, pengaturan; tidak asal berbeda. Perbedaan yang tidak dikelola dengan manajemen yang baik oleh orang yang ahli justru akan menjadi tidak indah.

Tinggalkan komentar